Malam yang indah
Gadis itu hanya bisa
duduk diujung ruangan. Meratapi penyesalan yang telah ia pebuat. Semuanya
terjadi begitu saja,tetapi harus bagaimana lagi? Ia terlanjur melakukannya.
Hari demi hari ia lalui dengan seluruh penyesalanya. Dari diajak temannya
hingga sekarang kecanduan. Ia pun takut seluruh keluarganya ataupun teman
temannya akan mengetahuinya. Ia berangkat kesekolah dengan wajah murung, sedih
dan tak bersemangat, hawanya ingin lagi memakai obat-obatan terlarang itu lagi.
Sesampainya disekolah Ia pun menjadi bahan pembicaraan disekolahnya. Ia pun
kaget mengetahui bahwa teman temannya tahu kejadian saat itu. Ia juga takut
kalau guru atau orang tuanya mengetahui perbuatannya yang tidak senonoh ini. Ia
pun langsung berlari menuju kelasnya dan langsung terdiam dikursi paling
belakang.
“Apa yang telah kau perbuat?!?!” Tanya Boy sambil
menggebrak mejanya.
Ia pun hanya bisa menunduk
“Jawab!”
Bentak Boy.
“Gue Dipaksa
Bego” balasnya dengan sedikit membentak.
Boy langsung
mengangkat wajah gadis itu
“Kenapa lu
mau?!?!” Sentak Boy
“Ya mau
gimana lagi? Gua udah gabisa ngapa ngapain lagi waktu itu!” Jawabnya dengan
nada menyesal
Boy terdiam beberapa detik , tanpa sepatah kata, boy
pun meninggalkan gadis itu dan kembali ketempat duduknya.Boy adalah teman gadis
itu sejak SD hingga SMA ini. Gadis itu langsung termenung didalam
penyesalannya. Satu demi satu pelajaran mulai terlewatkan, nilai demi nilai
yang ia dapatkan mulai menurun drastis.Hingga akhirnya orangtuanya dipanggil
kesekolahnya dan bapak kepala sekolah menceritakan kejadian yang menimpa gadis
itu,dan orang tuanya terkejut. Sesampainya dirumah orang tua dari gadis itu
menanyakan sesuatu hal kegadis itu
“Kenapa nilaimu menurun?” Tanya ayah dari gadis itu
“nggak papa pah” jawab gadis itu
“ apa yang
telah kamu perbuat?!?!” Bentak ayahnya sambil menghantam televisi diruang
keluarga tersebut.
Gadis itu hanya bisa menunduk sambil menahan tangis
“bagus ya kamu, setelah ibumu meninggal kamu bisa
bertingkah sesuka hatimu?”
Tanya ayah dari gadis itu sambil menahan emosi
“papah juga sih kerja sampe malem” jawab gadis itu
dengan nada sedikit melawan
“ayah nyari uang buat makan kita sehari hari!”
“ya tapi inget waktu juga pah, inget aku, ga ingetin
bisnis papah terus”
Ayahnya langsung terdiam dan pergi meninggalkan
rumah saat itu juga
Beberapa
hari kemudian rumahnya disita oleh polisi dan gadis itu ditangkap oleh polisi
karena terbukti menggunakan obat-obatan terlarang itu. Gadis itu terkena
hukuman 3tahun penjara dan 3 tahun rehabilitasi. Sewaktu itu Gadis itu hanya
bisa menghitung hari demi hari, bulan demi bulan dan tahun demi tahun. Hingga
akhirnya ia memiliki tetangga penjara yang juga melakukan tindakan yang sama
dengannya. Mereka berdua mengobrol sedikit demi sedikit.
“udah berapa tahun lu disini?” tanya reva, tetangga
penjara gadis itu
“udah setahun nih, lu masuk kesini juga gara gara
narkoba?” Tanya gadis itu
“iya nih, temen temen gua pada ember semua”
jawab reva
“haha sama, padahal enak banget lhoh” Jawab gadis
itu
“Yoii, enak bangetttt, Lu disini ga sama temen
temenlu? “tanya Reva
“kaga, temen temen gua udah berhasil kabur semua”
jawab gadis itu
“keluarga gaaada yang mau denda gitu biar ringan?”
tanya reva kembali
“kaga, ayah gua yang bikin gua masuk kesini” jawab
gadis itu
“lah gua masuk kesini bokap gua denda 300.000 juta
hukumannya jadi ringan” Jawab reva
“loh kok bisa gitu?” tanya gadis itu
“namanya aja indonesia” jawab reva dengan santai
“Lu disini jadi berapa tahun?” tanya gadis itu
“Cuma dua tahun dan rehabilitasinya juga 2 tahun,
enak kan? Palingan kita barengan keluarnya” jawab reva
“yaa semoga aja gitu, gua pengen main main sama elu
nih haha” jawab gadis itu dengan sedikit ceria
“btw lu abis keluar mau make lagi?” tanya reva
“ga ah, mau nyoba yang lebih ekstrim” jawab gadis
dengan nada bercanda
“eh seriusan..” lanjut reva
“ya kaga lah, eh liat aja nanti haha” jawab gadis
itu
“betul juga lu, haha “ jawab reva
Merekapun sering mengobrolkan hal-hal kecil hingga
mereka makin akrab dan makin mengenal satu sama lain dengan baik. Gadis itu
akhirnya memiliki teman saat rehabilitasi esok, ia yakin reva akan menjadi
gadis yang benar benar liar ketika keluar rehabilitasi bersamanya, maka dari
itu gadis itu memiliki rencana yang sangat licik yaitu gadis itu ingin
menjadikan reva sebagai bandar narkoba diJakarta sehingga banyak gadis gadis
lain yang terjerat kasus sama seperti dirinya reva dan kawan kawan yang
lainnya. Hari Demi hari pun berlalu. Gadis itu hanya bisa melihat reva yang bolak
balik ditelpon oleh pihak keluarganya yang katanya memiliki saham yang cukup
besar diindonesia.
Boy
disekolah hanya bisa menikmati hari- hari sepinya tanpa gadis kecil itu, ia
hanya bisa memandangi tempat duduknya. Hingga akhirnya mondy pun datang dan
bertanya
“eh lu kenapa ngelamun aja?” tanya mondy
“ah gapapa mau tau aja lu” jawab boy
“tapi kok lu dari tadi liatin kursi itu sih,
kenapa?” lanjut mondy
“dah ah mau tau banget lu” jawab boy sambil
meninggalkan mondy
Ayahnyapun mulai meneruskan bisnisnya tanpa
memberitahu siapapun tentang masalah yang menimpa keluarganya.kerja keras ia
lakukan untuk memiliki rumahnya kembali yang telah disita beberapa tahun yang
lalu. Benar kata pepatah, tidak ada yang bisa mengkhianati sebuah kerja keras
akhirnya ayah gadis itu memiliki sebuah perusahaan sendiri. Ia memiliki karyawan
yang banyak dan ramah, ia pun mulai menjadi sesorang pengusaha yang terkenal
diJakarta. Tak hanya sesekali ayahnya memikirkan keadaan gadis kesayangannya
tersebut, ia selalu membangga banggakan gadis itu tetapi rasa bangga itu
seperti hangus oleh kekesalan. Dulu saat masih memiliki istri gadis itu adalah
anak yang penurut, tidak bandel seperti sekarang. Ayahnyapun lebih ingat waktu
dan ingat keluarga. Ibunya adalah sesosok wanita cantik nan mulia bagai
bidadari turun dari khayangan, sifatnya yang sangat baik menjadikannya mudah
dikenal oleh tetangga sekitar kompleks.gadis itu dulu juga sesorang anak yang
sangat beprestasi ia adalah anak yang mendapatkan ranking 1 berturut turut
sejak kelas 1 sd hingga kelas 2 smp dan menjadi siswa dengan Nem tertinggi
seSMPnya. Tentu saja hal itu membuat orangtuanya bangga.Ibunya sangat bahagia
mendengarkan kabar itu. Namun, seseorang ada yang iri atas kelembutan hati ibu
gadis itu.orang itu mempunyai niat untuk meracuni ibu gadis itu, sehingga ibu
itu meninggal ketika meminum air buatan pembatunya yang telah diberi racun oleh
sesorang tersebut. Pembantunya yang lalai tersebut langsung dibawa kekantor
polisi untuk ditindak lanjuti dan alhasil ia pun terkena hukuman mati dengan
tuduhan pembunuhan berencana. Ayahanyapun tidak bisa menahan gejolak airmata
didasar hati , begitupun gadis itu ia menangisi jasad ibunya 7 hari 7 malam ia
sangat tak rela ibunda tersayangnya pergi begitu saja.semenjak itu gadis itu
mulai menjadi gadis yang mudah depresi, frustasi dan troublemaker. Ayahnyapun
mulai tak ingat waktu dan menjadi seperti sekarang, lebih mementingkan bisnis
daripada anaknya sendiri.
Tahun demi tahun gadis itu lalui bersama sahabat
barunya,reva hingga akhirnya mereka pun masuk kemasa rehabilitasi.
“ga sadar udah masa rehab aja nih” celetuk reva
“iya juga ya, ga kerasa” jawab gadis itu sambil
tertawa ringan
“haha,eh ternyata disini cewenya sedikit ya..”
lanjut reva
“ya iyalah, diluar sana masih banyak kali cewek yang
waras, haha” jawab gadis itu.
“eh itu cowo boleh juga ya, haha” kata reva sambil
menyenggol bahu gadis itu
“yang mana, yang mana?”tanya gadis itu
“itu lhoohhh” jawab reva sambil menunjuk kearah
lelaki itu
“ah apaan kaya gitu kok ganteng” jawab gadis itu
sambil membuang muka
“ih matalu rusak apa gimana sih, dia cakep tau” jawab reva dengan sigap
“gantengan juga temen gua, namanya boy, dia temen
gua sejak SD sampe SMA kemarin, tapi dia ngeselin” lanjut gadis itu
“emang ngeselin kenapa?” tanya reva
“dia bawel banget, cerewet orangnya” lanjut gadis
itu
“ehh kalau dia bawel berarti dia sayang sama lu, lu
harus ngerti” jawab reva
“mmmm” jawab gadis itu sembari memandangi indahnya
langit pagi itu
Mereka berdua terus bertukar tukaran cerita tentang
perasaan mereka. dilain sisi boy merindukan kehadiran gadis itu, hingga akhir
masa rehabilitasi boy memutuskan untuk membuat kejutan kecil kecilan dirumah
gadis itu, boy telah melakukan kerjasama dengan ayah dari gadis itu.
“akhirnya om persiapannya selesai juga” Lantur boy
“iya nak, seneng bisa lihat anakku kembali
kepangkuanku, haha” jawab ayah gadis itu
“haha iya om, oh iya kita mau jemput kapan om?”
tanya boy
“sekarang aja gimana? Mobil om sudah siap itu” jawab
ayah gadis itu
“oh siap om” balas boy
Boy pun langsung menyiapkan mobil didepan pintu dan
menjemput ayah dari gadis tersebut dan mereka siap menjemput gadis itu
dipenjara.
“akhirnya kita bisa keluar rev, yeaaahhhhh” teriak
gadis itu
“iya yeaaaaaahhhhh” balas reva
“oh iya kamu dijemput apa gimana nih?” tanya gadis
itu
“oh aku udah dijemput didepan sama keluarga nih,
kamu gimana?” jawab reva
“gatau juga nih, gaada kabar, mereka semua udah
gangurus aku palingan.” Balas gadis itu
“eehhh gaboleh gitu, sabar dlu deh, santai gua
temenin sampe lu dijemput dah” jawab reva
“yang bener? Itu orang tua lu gimana? “ tanya gadis
itu
“ah gapapa nunggu bentar” balas reva
Tidak ditunggu lama akhirnya ayahnya dan boy datang.
Reva tak bisa menahan tangis, ia langsung memeluk ayahnya.
“ayah?” celetuk gadis itu
“hei anakku” sembari memuka kedua lengannya untuk
mengajak berpelukan
“ayaaahhhhhhhhh” gadis itu langsung berlari dan
memeluk ayahnya
“selamat kawanku kau berhasil” kata boy
Gadis itu kaget karena keberadaan boy, ia langsung
melepas pelukannya dari ayahnya. Reva juga ikut meneteskan airmata melihat
drama singkat itu
“lu ngapain disini?” tanya gadis itu
“gua kan jemput eluuuu” jawab boy sambil mendekat
kearah gadis itu
“hah?” gadis itu kebingungan
Boy langsung memeluk gadis itu tanpa sepatah kata,gadis
itu kaget dan akhirnya ikut memeluk boy, dan pelukan mereka berakhir ketika
reva menghampiri mereka.
“halo om, boy, eh aku pamit dlu ya? Udah ditungguin
nih” tanya reva
“oh iya, makasih ya udah nemenin anak saya” jawab
ayah dari gadis itu
“iya reva makasih ya selama ini” jawab gadis itu
sembari memeluk reva, revapun balas memeluknya dengan erat, perpisahan dimalam
hari itu takkan terlupakan.
Sesampainya
dirumah gadis itu terkejut karena dirumah telah disiapkan kejutan kecil kecilan
untuk merayakan kepulangannya, ia langsung menangis bahagia sembari memeluk ayahnya.
“ini idenya boy lhoh, kok ayah doang yang dipeuk?”
tanya ayahnya
Gadis itu tanpa membalas sepatah kata apapun dan
langsung memeluk boy. Akhirnya mereka bertiga melakukan makan makan dan
akhirnya boy berpamitan untuk pulang. Esoknya gadis itu ingin melanjutkan
sekolahnya, iapun masuk kesekolah swasta, beda dengan boy, ia telah masuk
kejenjang yang lebih tinggi. Akhirnya mereka berdua sering berangkat sekolah
bersama dan pulang bersama, hingga akhirnya...
“hey, sudah lama aku mengenalmu, juga sudah lama aku
ingin menyatakan perasaan ini, maukah kamu menjadi kekasihku?” tanya boy sambil
berlutut dan membawa bunga didepan gadis itu ditengah indahnya malam
“boyyy” jawab gadis itu sembari mengangguk dan
menerima bunga yang diberikan oleh boy.
Boy pun tak menyangkanya, mereka saling bertatap
tatapan, dan akhirnya mereka berpelukan dan mereka melanjutkan perjalanannya
kerumah gadis itu.
“makasih boy udah nganterin, makasih juga bunganya”
kata gadis itu
“iya sayang, aku pulang dlu ya, dada” jawab boy
“iya sayang” balas gadis itu sambil melambaikan
tangan keboy
Gadis itu masuk kerumah dan menceritakan apa yang
telah terjadi kepada ayahnya
lewat telepon.
“papah, tadi aku ditembak sama boy.. “ kata gadis
itu sambil girang
“hah kok kamu ga mati?” jawab ayahnya
“ihhh papa bukan gitu maksudnya” lanjut gadis itu
“iya iya papa tau, selamat ya anakku” balas ayah
dari gadis itu
“iya paaahhh, makasih yaaa” jawab gadis itu
“papa lanjut kerja dulu yaaa, see you” lanjut
ayahnya sambil menutup telepon
Gadis itu merasakan kebahagiaan tapi juga merasakan
kesedihan karena dirumah itu hanya ada dia dan pembatunya saja, mereka hanya
berdua tanpa kehadiran ayah dari gadis itu yang sibuk bekerja kesana kemarin,
mementingkan duniawi daripada anaknya sendiri. Gadis itu langsung berlari
kekamarnya dan langsung berchattingan dengan boy hingga larut malam dan mereka
juga melakukan video call seperti pasangan pasangan LDR saat ini
Tahun demi tahun berlalu hingga pada suatu malam
mereka makan disebuah restoran dan tanpa sepengetahuan mereka ternyata restoran
tersebut milik omnya Reva.
“enak ga yang makan disini?” tanya boy
“enak yang” jawab gadis itu sambil melahap
makanannya
“iya sayang, suasananya cozy abis” lanjut boy
“iya nih enak banget” jawab gadis itu
“eh aku nyobain dong” kata boy
“iya ini aaaaa” jawab gadis itu sambil menyuapi boy
“aaaaaa” jawab boy sambil membuka mulutnya
Saat reva membantu omnya untuk memasakkan pecel
lele, ia pun melihat kawan lamanya makan disitu bersama kekasihnya, boy. Tanpa basa
basi reva pun langsung menghampirinya
“loh kalian?” kata reva
“loh reva, ini punyamu?” tanya gadis itu
“kaga ini punya om gua, gua ikut bantuin aja” jawab
reva
“ahaha, enak lhoh” lanjut gadis itu
“loh boy?” kata reva sambil kebingungan
Boy terdiam tanpa mengucap sepatah katapun.
“kamu kenapa yang?” tanya gadis itu
“ohhh kamu pacarnya boy?” lanjut reva
“iya rev” jawab gadis itu
“boy bukannya kita udah jadian beberapa bulan
lalu??? Katanya kamu single, dia Cuma temenmu kok sekarang jadi pacarmu?” jawab
reva sambil kaget
“loh loh loh wah lu ternyata” jawab gadis itu sambil
membanting sepiring pecel lele yang sedang ia makan, dan ia langsung pergi
meninggalkan warung itu.
“boy lu sekarang bicara deh” tanya reva
“reva reva aku bisa jelasin semua ini, kita Cuma kaka
adekan aja kok santai aja, gaada hubungan apa apa” jawab boy sambil sedikit
gelisah
“beneran?” lanjut reva
“iya sayang, hanya kamu sayangku yang dihati” jawab
boy dengan sedikit gombalannya
“ah kamu mah bisa aja” balas reva
Akhirnya mereka berdua melanjutkan makan malam
mereka tanpa memikirkan nasib gadis tadi.
“gua bodoh bangett mau diselingkuhin, ih najissss”
uneg uneg gadis itu sesampainya dirumah
“bodoh”
“bodoh”
“bodoh”
“bodoh”
“bodoh”
“bodoh” kata kata itu selalu diucapkan oleh gadis
itu berulang kali hingga akhirnya ia menerima telepon dari orang yang tak ia
kenal
“dengan kediaman bapak kaefci?” tanya orang tersebut
“iya iya betul pak, ini dengan siapa ya?” jawab
gadis itu
“ini dari pihak rumah sakit, orang tua anda
mengalami kecelakaan yang parah” balas orang itu
“hah mana bisa, papah saya orangnya safety pak”
jawab anak itu dengan sedikit kegelisahan
“iya beliau sepertinya terburu-buru hingga menabrak
palang rel kereta api yang kebetulan ada kereta lewat” jawab orang tersebut
Gadis itu langsung melepas telepon tersebut dan
tertawa seperti orang sakit jiwa, sudah banyak sekali derita yang ia terima
dimalam itu, ia pun langsung masuk kekamar dan mengunci kamarnya.
Keesokkan harinya pembantunya menelpon boy dan reva
untuk datang dan ikut membujuk gadis itu supaya mau membukakan pintunya lagi, mereka
semua belum tau kalau ayah dari gadis itu telah meninggal, jam demi jam telah
mereka lalui tetapi gadis itu tetap tidak mau membuka kan pintu, karena boy
kesal boy meminta ijin kepada pembantunya untuk mendobrak pintunya,sang
pembantu mengiyakan perilaku boy, tanpa basa basi lagi boy langsung mendobrak
pintunya dan pintunya berhasil membuka sedikit, ada selembar surat dibawah dan
boy langsung mengambilnya dan membacanya kencang kencang
“terima kasih untuk semuanya, malam itu adalah malam
terindah”
itulah yang dituliskan gadis itu, boy reva dan pembantunya pun
kebingungan dengan maksud dari surat itu, hingga boy pun melanjutkan untuk
membuka pintunya lebar lebar dan alhasil mereka semua terkejut setengah mati,
reva sempat pingsan mengetahui hal tersebut, pembantunya menangis tak henti
henti,boy terdiam, berlutut, menyesali semua yang telah ia perbuat dan ia pun
memeluk gadis itu untuk keterakhir kalinya.
The End