Tugas anekdot
Favian Aura Pratama
X MIA 3 / 08
Dua orang kader parpol –
sebut saja namanya Pailul dan Paijo sama-sama mencalonkan diri jadi anggota
MPR. Setelah menyerahkan berkas pencalonannya ke KPU, keduanya terlihat ngobrol
di kantin gedung.
“Jika nanti terpilih jadi
anggota MPR, apa yang akan kamu lakukan?” tanya Pailul
“Saya akan memperjuangkan
aspirasi rakyat,” jawab Paijo mantap.
“Sebab, rakyat telah
menitipkan aspirasinya lewat kita. So, sebagai wakil rakyat, kita harus
mengemban amanah tersebut dengan sebaik-baiknya agar tercipta masyarakat yang
adil, makmur, sejahtera dan berketuhanan.”
Pailul manggut-manggut.
Tak jelas, karena ngerti atau galau. “Lalu apa pendapatmu tentang korupsi?”
“Korupsi adalah tindakan
tak bermoral dan tak seharusnya dilakukan oleh anggota MPR. Jika saya duduk di
senayan kelak, saya akan buat undang-undang yang mengatur hukuman mati bagi
koruptor.”
Mendengar jawaban
tersebut, Pailul tertawa terbahak-bahak. Katanya, “ Kau ini mau jadi anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat atau
mau jadi anggota Majelis Ta’lim?”